Wednesday, August 24, 2011

Dorothea Orem

Biografi
She was born in Baltimore, Maryland on 1914. Her father was a construction worker and her mother is a home maker. She was the youngest among two daughters.  She died in June 22, 2007

Education:
She studied Diploma in Nursing in early 1930’s at the Providence Hospital School og Nursing In Washington D.C.,
In 139 and 1945 she finished B.S. Nursing Education ( BSN Ed.) and MSN Ed successively in Catholic University of America, Washington D.C.
1976 She become Honorary Doctorates: Doctors of Science from Georgetown University and Incarnate word college in San Antonio in Texas in 1980.
In 1988 she finished Doctor of Humane Letters from Illinois Wesleyan University in Bloomington, Illinois.
1988 She Graduated from University of Missouri in Columbia, Doctor Honoris Causae.


Konsep Dasar
Orem memberikan judul pada teori perawatan dirinya (self care) sebagai teori secara umum. Teori umum ini berdasarkan kepada tiga teori yang berhubungan, yaitu : teori self care (menjelaskan dan mendefinisikan self care); teori kurang perawatan diri/self care deficit (menjelaskan mengapa seseorang dapat ditolong melalui asuhan keperawatan) dan ; teori sistem keperawatan/nursing system (menjelaskan hubungan yang harus diberikan tentang dan pemeliharaan untuk tindakan keperawatan). Untuk lebih jelas dapat terlihat pada gambar 1

1. Teori Perawatan Diri (Self Care)Self care merupakan kontribusi yang terus menerus dari orang dewasa terhadap eksistensi, kesehatan dan kehidupannya. Perawatan diri adalah tindakan atau aktifitas dimana individu memulai dan membentuk dirinya dalam hal pemeliharaan hidup, kesehatan dan kesejahteraannya. Perawatan diri yang dilakukan secara efektif dan menyeluruh dapat membantu menjaga integritas struktur dan fungsi tubuh serta berkontribusi dalam perkembangan individu.


Self-Care Requisites (Syarat-syarat Perawatan Mandiri)Syarat-syarat perawatan mandiri adalah tujuan yang harus dicapai melalui macam-macam usaha perawatan (The purpose to be attained through the kinds of actions termed self care). Dibagi menjadi tiga kategori
a. Universal Self-Care Requisites
Universal self-care requisites merupakan yang terdapat pada manusia dan termasuk didalamnya adalah keseimbangan udara, cairan, makanan, eliminasi, aktifitas dan istirahat dan menyendiri dan interaksi sosial, pencegahan kecelakaan dan meningkatkan fungsi individu.
b. Developmental Self-Care Requisites
Kebutuhan self-care sesuai dengan proses perkembangan dan kematangan seseorang menuju fungsi optimal untuk mencegah terjadinya kondisi yang dapat menghambat perkembangan dan kematangan serta penyesuaian diri dengan perkembangan tersebut.
Contoh : penyesuaian diri terhadap pertambahan usia dan perubahan bentuk tubuh.
c. Health Deviation Self-Care Requisites
Health deviation (Penyimpangan kesehatan) seperti sakit, luka atau kecelakaan dapat menurunkan kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan self-carenya, baik secara permanen maupun temporer. Kebutuhan ini meliputi :
1) Mencari pengobatan yang tepat dan aman
2) Menyadari dampak dari patologi penyakit
3) Memilih prosedur diagnostik, terapi dan rehabilitatif yang tepat dan efektif.
4) Memahami dan menyadari dampak tidak nyaman dari program pengobatan
5) Memodifikasi konsep diri untuk dapat menerima status kesehatannya.
6) Belajar hidup dengan keterbatasan
Therapeutic Self Care Demand merupakan totalitas dari tindakan perawatan diri yang terbentuk dalam beberapa rentang waktu dalam rangka untuk menemukan kebutuhan perawatan dirinya dengan menggunakan metode yang valid.
Self Care Agency merupakan kemampuan seseorang untuk dapat memperhitungkan kemampuan merawat dirinya sendiri. Terdapat tiga pengertian yang berhubungan, yaitu :
• Agent : merupakan seseorang yang melakukan tindakan
• Self care agent : merupakan penyedia perawatan diri
• Dependent care agent : merupakan penyedia dari perawatan bayi, perawatan anak atau perawatan orang tua

2. Teori Kurang Perawatan Diri (Self Care Deficit)Teori ini merupakan inti dari teori Orem. Kurang perawatan diri merupakan hubungan antara self-care agency dan therapeutic self-care demand dimana self care agency tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan perawatan dirinya.
Orem mengidentifikasi 5 metode untuk memberikan bantuan keperawatan :
a. Memberikan pelayanan langsung dalam bentuk tindakan keperawatan
b. Memberikan arahan dan memfasilitasi kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhannya secara mandiri.
c. Memberikan dorongan secara fisik dan psikologik agar klien dapat mengembangkan potensinya sehingga dapat melakukan perawatan secara mandiri.
d. Memberikan dan mempertahankan lingkungan yang mendukung perkembangan pribadi klien untuk meningkatkan kemandirian dalam perawatannya.
e. Mengajarkan klien tentang prosedur dan aspek-aspek tindakan agar klien dapat melakukan perawatan dirinya secara mandiri.
Perawat dapat membantu individu dengan menggunakan metode-metode ini dalam memberikan bantuan perawatan diri. Untuk dapat memberikan bantuan yang tepat, maka perawat harus mengkaji kondisi klien untuk menentukan metode yang tepat.
Orem mendefiniskan 5 area aktifitas praktek keperawatan :
a. Membina dan menjaga hubungan perawat-klien baik individu, keluarga atau kelompok sampai klien pulang.
b. Menentukan kondisi klien yang memerlukan bantuan perawat.
c. Berespon terhadap permintaan, keinginan dan kebutuhan klien akan kontak dan bantuan perawat.
d. Menetapkan, memberikan dan meregulasi bantuan secara langsung pada klien.
e. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan asuhan keperawatan dengan kegiatan sehari-hari klien, perawatan kesehatan lain, pemberian pelayanan sosial dan pendidikan yang dibutuhkan atau yang sedang diterima.

3. Teori Nursing SystemSistem keperawatan (nursing system), didesain berdasarkan pada kebutuhan self care dan kemampuan klien melakukan aktifitas self carenya. Bila terjadi kurang perawatan diri (self care deficit) berarti adanya kesenjangan antara apa yang dapat individu lakukan (Self Care Agency) dan apa yang dibutuhkan supaya dapat berfungsi secara optimal (Self Care Demand), sehingga dengan hal tersebut keperawatan diperlukan.
Nursing Agency merupakan orang yang dididik dan dilatih sebagai perawat yang membolehkan mereka untuk melakukan kegiatan, mengetahui dan membantu individu untuk memenuhi self care demand-nya melalui latihan dan pengembangan self care agency-nya sendiri.
Orem mengidentifikasikan 3 klasifikasi dari sistem keperawatan untuk memenuhi kebutuhan Self Care klien, yaitu :
a. Wholly Compensatory System (WCS)
Diperlukan oleh klien yang mampu untuk memenuhi kebutuhannya sendiri secara langsung dan mengontrol pergerakan atau dalam pengobatan medis supaya tidak melakukan aktifitas.
Wholly compensatory system diberikan kepada klien dengan tingkat ketergantungan yang tinggi :
1) tidak mampu melakukan berbagai aktifitas misalnya pada klien koma.
2) dapat melakukan gerakan tetapi tidak boleh ada gerakkan pada klien dengan fraktur.
3) Tidak mampu memberi alasan tindakan self-care tapi mungkin dapat ambulasi dan melakukan self-care dengan pengawasan dan bimbingan, misal pada klien dengan retardasi mental.
b. Partially Compensatory Nursing System
Situasi dimana perawat dan klien bersama-sama melakukan asuhan keperawatan termasuk aktifitas sehari-hari, perawatan diri dan atau ambulasi. Perawat mengambil alih beberapa aktifitas yang tidak dapat dilakukan oleh klien dalam pemenuhan kebutuhan self-care nya, misalnya pada klien lansia, klien dengan stroke.
c. Supportive-Educative System
Klien mampu dan dapat belajar untuk melakuka self care yang dibutuhkan, tetapi memerlukan bantuan. Pada sistem ini klien melakukan semua kebutuhan self-care nya. Klien membutuhkan bantuan untuk pembuatan keputusan, mengendalikan perilakunya dan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan. Peran perawat adalah meningkatkan self care agency dari klien, misalnya klien dengan diabetes diajarkan untuk menyuntik sendiri dan lain-lain

No comments: