Thursday, September 18, 2014

Someone

Selengkapnya...

Saturday, December 15, 2012

Kesalahan Penulisan SPSS dalam Penelitian

Sudah lama saya tidak posting di web ini gara-gara harus mengelola web yang lain, ya saya coba nih sedikit demi sedikit menulis lagi, dalam kesempatan ini saya ingin sharing tentang analisis data penelitian.

jasa olah data statistikSeiring berjalannya waktu dan semakin meningkatnya teknologi informasi, penelitian yang pada zaman dahulu sangatlah menyulitkan, saat ini menjadi cukup menyenangkan terutama setelah program SPSS mulai diperkenalkan oleh institusi pendidikan. Sebagai seorang pendidik seringkali saya mendapatkan kesempatan untuk membimbing mahasiswa dan menguji mahasiswa untuk mempertahankan thesis atau skripsinya, tetapi ada hal yang mengganjal saat menguji mahasiswa tersebut, diantaranya adalah terlalu mendewakannya pembimbing dan mahasiswa terhadap penggunaan software komputer ini.
Selengkapnya...

Wednesday, October 10, 2012

Pitsburgh Sleep Quality Index



Untuk Instrumen silakan unduh disini

Form Administration Instructions


The range of values for questions 5 through 10 are all 0 to 3.

Questions 1 through 9 are not allowed to be missing except as noted below.  If these questions are missing then any scores calculated using missing questions are also missing.  Thus it is important to make sure that all questions 1 through 9 have been answered. 

In the event that a range is given for an answer (for example, ‘30 to 60’ is written as the answer to Q2, minutes to fall asleep), split the difference and enter 45.

Reference


Buysse DJ, Reynolds CF, Monk TH, Berman SR, Kupfer DJ:  The Pittsburgh Sleep Quality Index:  A new instrument for psychiatric practice and research.  Psychiatry Research 28:193-213, 1989.
Selengkapnya...

Barthel Index Instrument


THE                                   Patient Name: ___________________________ 
BARTHEL                                   Rater Name: ___________________________ 
INDEX                                            Date: ___________________________

Activity Score

FEEDING
0 = unable
5 = needs help cutting, spreading butter, etc., or requires modified diet
10 = independent
            ______  
BATHING
0 = dependent
5 = independent (or in shower)  ______ 
GROOMING
0 = needs to help with personal care
5 = independent face/hair/teeth/shaving (implements provided)  ______

DRESSING
0 = dependent
5 = needs help but can do about half unaided
10 = independent (including buttons, zips, laces, etc.)  ______ 
BOWELS
0 = incontinent (or needs to be given enemas)
5 = occasional accident
10 = continent ______ 
BLADDER
0 = incontinent, or catheterized and unable to manage alone
5 = occasional accident
10 = continent ______ 
Selengkapnya...

Thursday, August 30, 2012

Keajaiban Angka

ini nih saya dapatkan dari berbagai sumber.......Let's Go................................................

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321
Sederhana, bukan?
Nah, ternyata angka 142 857 juga memiliki keunikan tersendiri.
Lihatlah apa yang terjadi bila anda mengalikan angka tersebut dengan angka 1-6, maka:
142 857 x 1 = 142 857
142 857 x 2 = 285 714
142 857 x 3 = 428 571
142 857 x 4 = 571 428
142 857 x 5 = 714 285
142 857 x 6 = 857 142
Selengkapnya...

Friday, January 13, 2012

Kamus Jepang (Ala Sunda): Indonesia

Taramahi Sateko : Orang yang suka haus 
Tarasuka Sare isha : Tukang Begadang
Satoko Kabayane : Toko Baju Sunda
Kutasuka maru : Wanita yang tidak mau dimadu
Akina Takada : Sudah gak punya kakek
Ayashima Nagihna : Debt Collector
Yukari Moto : Tukang Potret Panggilan
Yukuda Makuda :Kusir delman
Seisha Kaligata :Punya penyakit kulit
Anusuka Kashima : orang penakut
Katara Igana : Peoooot
Masutaka Karineke : Botak
Kagashuka Koto : orang yg suka bersih
Akiko Masinete : kakek-kakek yang masih suka menyusu
Awakamu Kayanaga : Bodynya Bauuu
Aiku Sukabasa : Ahli Bahasa
Asakafuji : orang yang suka dipuji
Sayuri Sugitani : Petani sayuran yang kaya
Kamisuka Sato : Suka melihara Binatang
Saito Ayami : Soto Ayam
Nikita Sukanari : Tukang Tari
Kitakasi Mura : Obral
Karimake Mukena : Sudah Wudlu
Kasura Tayatanaga : Lemes gara-gara kasura (tertusuk)
Nusiga Kaburasoto : Rambut Klimis
Kurasa Takada : Euwuh, Tidak Ada
Miyabie Ayame : Mie Ayam
Kokoro Sakurata : manusa Paling Miskin


Sumber : Cakakak Selengkapnya...

Tuesday, January 10, 2012

TINJAUAN ASPEK LEGAL DALAM KEPERAWATAN

Pendahuluan


Undang-undang Kesehatan No.36 Tahun 2009 Pasal 63 ayat (4) yang berbunyi “Pelaksanaan pengobatan dan/atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran atau ilmu keperawatan hanya dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan untuk itu”. Hal ini memberi arah bahwa siapapun tenaga kesehatan yang akan menangani klien/pasien harus mempunyai kompetensi yang cukup untuk dapat memberikan asuhan sesuai dengan kewenangannya yang mungkin akan dapat memberikan kenyamanan kepada pasien sebagai customer dari pelayanan kesehatan.

Praktisi kesehatan harus mampu menggunakan berbagai telaahan ilmiah, legal – etis, praktis dan juga colegial dalam upaya untuk memberikan asuhan yang tepat kepada pasien serta juga menggunakan pendekatan Humanistik dalam mengimplementasikan berbagai tindakan yang dilakukannya. Akibatnya siapapun yang sudah berkecimpung dan memegang profesi dalam bidang kesehatan harus mempunyai kemampuan yang memadai dalam mengatasi pasiennya secara ilmiah dengan jalan mengetahui rasional setiap tindakan, secara legal dan etis untuk mengetahui tindakannya tidak melanggar norma yang ada, secara praktis dalam hal menjalankan standar asuhan, colegial dalam berhubungan dengan tim kesehatan lainnya dan juga secara humanistik dalam memperlakukan pasien sebagai subjek dan objek dalam pelaksanaan asuhannya.

Kegiatan keperawatan ditujukan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan pasien dan kemandirian pasien dalam menangani masalah yang menghadang pada dirinya. Untuk dapat terjadi hal tersebut maka diperlukan suatu regulasi yang dapat menuntun profesi keperawatan melaksanakan aktifitasnya sehingga pasien sebagai subjek dan objek dari tindakan keperawatan mendapatkan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan.
Selengkapnya...