Monday, January 9, 2012

Pendekatan Skala Dalam Penelitian

Jika kita membahas mengenai tes prestasi, maka pendekatan yang dilakukan untuk mengevaluasi hasil belajar atau untuk menilai kemampuan intelektual dari suatu tes prestasi umumnya digunakan taksonomi Bloom. Berbeda dengan pengembangan skala yang tentunya tidak menggunakan taksonomi Bloom sebagai patokannya.


Pada tes prestasi, subjek dapat memberikan jawaban yang benar atau salah pada suatu pertanyaan tertentu. Pada setiap pertanyaan, jawaban yang benar akan mendapatkan nilai atau bobot 1, sedangkan pada jawaban yang salah akan mendapatkan nilai atau bobot 0. Jika seseorang memiliki penguasaan yang baik dalam tes prestasi tersebut, maka bobot atau nilai pada pertanyaan-pertanyaan yang diujikan akan mendapatkan nilai total tinggi. Begitu pula sebaliknya, jika nila/bobot rendah, maka penguasaannya dianggap rendah pula. Sementara itu untuk skala terdapat perebedaan karakter, dimana respons subjek merupakan afek yang positif (kesetujuan) dan afek yang negatif (ketidaksetujuan). Masing-masing respons tersebut akan memperoleh bobot atau nilai tertentu, meski demikian dalam skala seseorang tidak dapat menilai benar-salah
atau baik-buruk.

Berbeda dengan tes prestasi, pendekatan utama dalam pengembangan skala adalah pendekatan stimulus dan pendekatan respons. Dari dua pendekatan tersebut lalu berkembang beberapa jenis skala yang menganut kaidah-kaidah: pendekatan stimulus, pendekatan respons, pendekatan stimulus dan respon, dan bukan pendekatan stimulus dan respons.


1. Pendekatan Stimulus

Tujuan utama dalam pendekatan stimulus adalah meletakkan setiap stimulus pada titik-titik di sepanjang kontinum psikologis yang bergerak dari unfavorable sampai favorable. Penentuan kontinum dilakukan melalui rating (penilaian) dan kelompok penilai (judging group).

2. Pendekatan Respons

Tujuan utama dalam pendekatan respons adalah meletakkan setiap kategori respons pada titik-titik di sepanjang kontinum psikologis. Bobot atau nilai diperoleh dari jawaban responden yang menyatakan kesetujuan dan ketidaksetujuan, sehingga pada akhirnya merupakan suatu penyeleksian item. Asumsi dari pendekatan ini adalah bahwa sifat unfavorable dan favorable sudah diketahui..

3. Pendekatan Stimulus dan Pendekatan Respons

Pendekatan stimulus dan pendekatan respons merupakan kombinasi yang terdiri dari rating dari kelompok penilai (untuk stimulus) dan jawaban dari kelompok responden (untuk respons).

No comments: