Saturday, April 12, 2008

Askep DM

1. PENGKAJIAN
Pengkajian merupakan suatu pendekatan yang sistematis untuk mengumpulkan dan menganalisa data sehingga dapat diketahui masalah keperawatan yang ada pada klien.

a. Pengumpulan Data
1) Biodata
Penderita diabetes mielitus dapat mengenai seluruh usia, biasanya untuk tipe IDDM muncul pada usia muda dan NIDDM pada usia dewasa
2) Riwayat kesehatan
a) Keluhan utama dan Riwayat kesehatan sekarang
Keluhan yang sering muncul adalah : kelemahan, polyuria, polydipsia dan polyphagia disamping keluhan sistemik lainnya.
b) Riwayat kesehatan dahulu
Pada tipe NIDDM sering ditemukan adanya kebiasaan pemasukan kalori berlebihan yang menyebabkan timbulnya obesitas pada penderita, ataupun adanya riwayat pernah mengalami penyakit yang berhubungan dengan kelenjar pankreas dan insulitis
c) Riwayat kesehatan keluarga
Diabetes mielitus merupakan salah satu penyakit yang dapat diturunkan secara genetik, hal ini terjadi akibat adanya kelainan fungsi atau jumlah sel-sel beta (Price,1995).

3) Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan sistem tubuh secara menyeluruh dengan menggunakan teknik inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.
a) Sistem Endokrin
Biasanya didapatkan data polifagi, polidipsi, mual, muntah, kehilangan BB atau obesitas, pembesaran tyroid, bau aseton.
b) Sistem Kardiovaskuler
Biasanya didapatkan data hipotensi ortostatik, akral dingin, nadi perifer melemah terutama pada tibia posterior dan dorsalis pedis, CRT menurun dan dapat pula ditemukan adanya keluhan nyeri dada. Apabila telah terdapat kelaianan jantung akan diperoleh kelainan gambaran EKG lambat.
c) Sistem Pernafasan
Biasanya didapatkan pernafasan kusmaul bila sudah terkena ketoasidosis, nafas bau aseton.
d) Sistem Pencernaan
Biasanya didapatkan data mual, muntah, perasaan penuh pada perut, konstipasi, penurunan BB. Tetapi dapat pula ditemukan napsu makan yang meningkat.
e) Sistem Perkemihan
Biasanya didapatkan data poliuri dan nokturia, bahkan dalam tahap lanjut klien dapat mengidap penyakit gagguan ginjal kronis.
f) Sistem Integumen
Biasanya didapatkan data turgor kulit menurun, bisul-bisul, keluhan gatal-gatal, luka dan penurunan suhu tubuh.
g) Sistem Muskuloskeletal
Biasanya didapatkan kelemahan kaki, kekakuan pada ekstemitas bawah.
h) Sistem Persarafan
Biasanya didapatkan data penurunan fungsi sensasi sensori, nyeri, penurunan suhu pada kaki, penurunan reflek, nyeri kepala dan bingung.
i) Sistem Pengindraan
Biasanya didapatkan data gangguan pada pengindraan, penglihatan berupa katarak, penglihatan kabur.
j) Sistem Reproduksi
Biasanya didapatkan data impoten pada pria, dan penurunan libido pada wanita disertai keputihan.

4) Pemeriksaan Penunjang
Dalam pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksaan darah, EKG dan urine.

b. Analisa Data
Analisa data adalah kemampuan mengkaitkan dan menghubungkan data dengan konsep teori dan prinsip yang relevan untuk membuat kesimpulan dalam menentukan masalah kesehatan dan keperawatan klien (Nasrul Effendy, 1995: 24).

2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Diagnosa keperawatan ditetapkan berdasarkan analisa dari interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan. Diagnosa keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi (potensial) dimana pemecahannya dalam batas wewenang perawat. Diagnosa yang mungkin timbul akibat diabetes mielitus menurut Doenges, M. E, (2001), Urden, L.D. (2006), sebagai berikut:
a. Risiko Kurang volume cairan yang berhubungan dengan diuresis osmotik, intake yang kurang.
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan defisiensi insulin dan penurunan masukan oral, peningkatan laju metabolisme.
c. Resiko tinggi terjadinya infeksi berhubungan dengan kadar gula darah tinggi, penurunan fungsi leukosit, perubahan pada sirkulasi, infeksi saluran pernafasan dan perkemihan yang sudah ada sebelumnya.
d. Kelemahan berhubungan dengan penurunan produksi energi, defisiensi insulin atau peningkatan kebutuhan energi.
e. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang daya ingat, kesalahan interpretasi informasi atau tidak mengenal sumber informasi tentang penyakitnya.
f. Risiko terjadinya cedera berhubungan dengan penurunan sensoris penglihatan dan sentuhan.



No comments: